Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Friday, August 19, 2011

Puasa Kog Malah Melar????

Bagi kebanyakan orang puasa adalah waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan, tapi ada sebagian orang juga yang malah berat badannya tidak berkurang bahkan malah bertambah. Hemmm... Anda termasuk yang mana hayo???
Kalo aku sih termasuk kategori yang terakhir, alias berat badan malah melar waktu puasa Ramadhan.Waktu timbang berat badan, langsung shock melihat angka timbangan yang berbeda dari sebelumnya. Woooo...Apa yang salah ya??
Perasaan puasa itu kan makannya cuma malam saja sama sahur. Tapi kog malah tambah ndut gini ya? Setelah diselediki beberapa kali penyebab menambahnya berat badan ternyata kebanyakan makan saat buka puasa seperti iklannya Joni Blak blakan "Buka Puasa Rakus Amat". Hehehe
Gimana gak rakus, la wong makannya Nasi goreng porsi Kuli abis ngangkat karung 1 ton masih ditambah 1 gelas jumbo jus Jambu...Wakkkkkk Itu perut apa karung semen ya??
Dan yang lebih menggelikan lagi cara menghabiskannya tanpa perjuangan. Alias nyante wae.

Begitu menyadari penyebab kenapa bisa bertambah ndut, akhirnya memutuskan untuk tidak makan nasi selama beberapa hari. Kira-kira semingguan lah. Buka dan sahurnya hanya makan sayur bayam dan minum susu. Ngemil pun dihindari. Nah...dalam waktu seminggu itu alhamdulillah berat badan sudah kembali seperti sedia kala dan bahkan lebih kurus... Bagi Temen-temen yang mengalami masalah yang seperti saya ceritakan tadi, bolehlah dicoba pengalaman saya tadi, makan sayur yang banyak, kurangi konsumsi karbohidrat dan gula. Olahraga secukupnya. Insyaallah berat badan gak akan melar.
-Selamat Mencoba ya-

Monday, August 24, 2009

MalingsiaL atau IndonsiaL??

Saya mengambil gambar tersebut di sebuah blog donvisitindonsial 2008 yang mengulas tentang kebodohan Indonesia. Teus terang saja saya panas ketika membaca tulisan tersebut. Saya yakin tulisan itu dibuat oleh orang Malysia yang sengaja menjelekkan Indonesia melalui blog gratisan.
Spontan saya tersenyum dan setengah ngakak ketika membaca komentar yang kebanyakan dari teman2 indonesia. Sebagian besar komentar itu mengecam Malaysia dan membalas penghinaan mereka..


Saya lebih terkejut lagi ketika mendapati sebuah laman web indonesia yang beralamatkan di malingsia.com. Di web ini banyak diulas tentang keburukan Malaysia terhadap Indonesia.

Memang banyak sekali kebudayaan kita yang"dicolong" oleh negri jiran itu dengan alasan yang kebudayaan itu sudah berpuluh tahun ada di malysia tapi bagaimana dengan kebudayaan Barongsai yang juga sudah berpuluh tahun di Indonesia? Indonesia tetap menghormati Negara asal Barongsai dan tidak sedikitpun mengklaim sebagai kebudayaan kita. Karena perbuatan seperti itu tidak lain adalah MENCURI.

Tapi apakah harus seperti ini?
Saling menghina negara orang lain?
Bukankah kita bertetangga?
Bukankah kita serumpun?
Mengapa tidak kita selesaikan dengan bijaksana secar diplomatik?
Bukankah perdamaian lebih Indah?
Saya yakin pemerintah Indonesia juga telah mempunyai rencana untuk menangani masalah ini.

Daripada kita menjadi panas lagi mending minum Es teh dulu lah.

Sunday, August 23, 2009

Klaim Malaysia atau Malingsia ya??

Malaysia membuat ulah lagi dengan aksinya yang mengklaim kebudayaan orang sembarangan. Setelah beberapa waktu lalu mengklaim Lagu rasa sayange dan reog ponorogo kemudian Batik dan Wayang Kulit sebagai kepunyaan mereka, sekarang lagi-lagi mengklaim Tari Pendet Bali. Kurang Asem banget sih.
Jelas-jelas Tari Pendet berasal dari Bali, dilakukan orang bali. Eh, Malysia malah mengklain seenaknya. Yang sangat mengecewakan lagi malah Tari itu dibuat untuk kampanye wisata "Truly Asia". Kampanye kog pake Tarian orang. Emang Malaysia tidak punya tarian yang lain????


Jujur ya, saya sebagai Bangsa Indonesia merasa sangat kecewa dengan kelakuan tetangga kita itu. Seharusnya sebagai tetangga yang baik itu ikud serta menjaga tetangga yang lain. Gak kayak gini. Mencaplok dari belakang.

"Masyarakat, seniman Bali dan sesepuh penari Bali memprotes klaim Malaysia atas tari pendet. Mereka meminta Malaysia untuk segera mencabut tari pendet dari iklan pariwisata megri jiran tersebut.
Protes ini mereka tuangkan dalam sebuah pegelaran tari pendet di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2009)." (dikutip dari detiknews.com)

Malaysia mengklaim kebudayaan indonesia sebagai miliknya dengan alasan yang tidak masuk akal yaitu kebudayaan-kebudayaan itu telah lama ada di Malaysia dan dilakukan oleh orang Malaysia. Ya iyalah, orang Indonesia kan banyak yang jadi TKW atau TKI di sana. Trus jelas aja mereka ingin menghormati kebudayaan leluhurnya di Indonesia.

Yang membuat saya tambah kecewa dengan pernyataan Rais: Berikut saya kutip dari tempointeraktif.com
Rais juga mengatakan wayang kulit, yang sering dipentaskan di Malaysia, tak ada urusannya dengan Indonesia karena kesenian itu berasal dari tradisi Hinduisme.
"Indonesia tak punya hak mengklaim kepemilikan wayang kulit karena dia dibawa oleh penguasa Hindu Sri Wijaya di abad ketujuh dan kesenian itu menyebar di Langkasuka (Kedah), Palembang, Batavia dan Temasik," kata Rais.
"Jika Indonesia ingin menggugat masalah ini, dia akan menghadapi jalan buntu dan akan berdampak pada hubungan Malaysia-Indonesia," kata dia.

Tuh kan kata-katanya Nyakitin banget.
Semoga Pemerintah Indonesia segera menyelesaikan masalah ini dan segera membuat daftar kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga tidak bisa diklaim sembarangan oleh negara lain. Sebagai negara yang mempunyai banyak kebudayaan tentunya banyak juga yag iri dengan kita. maka dari tetap BERSATU INDONESIA musnahkan semua yang meninjak-injak harga dirimu. MERDEKA.


Monday, August 10, 2009

Mengenang mu.......

13 Agustus 2004,
Siang itu ketika jam pelajaran beakhir, aku membereskan buku dan bersiap-siap pulang.
"Anita sudah ngerjain tugas buat besok?" tanyaku pada teman sebangkuku, namanya Anita.
"Sudah Ti'" jawabnya "Kenapa?"
"Aku mau pinjam. Tapi aku sudah mengerjakan kog, cuma pengen mencocokkan" Timpalku
"Halah" Anita malah tersenyum.
"Mana? Bawa ga?"
Dicarinya sepucuk kertas tugas yang aku pinjam dari dalam tasnya yang berwarna kuning, tapi tak ketemu. Sambil mengingat-ingat "Ketinggalan Ti."
"Oh, Aku ambil aja ke rumahmu. Sekalian pengen main, soalnya kamu dah sering ke rumahku tapi aku satu kalipun tak pernah ke rumahmu. Gimana?"
"Gak bisa, Soalnya aku nanti sore mau bina Pramuka. Kamu ambil aja di sana. Jam 4 sore. Oke?"
"Gimana kalo malem aja kuambil kerumahmu?"
"Ti, Satu hari nanti kamu pasti kerumahku." Jawabnya dengan senyum khas ala Anita.
Rencana ku untuk maen ke rumah Anita gagal deh.
Pulang sekolah, aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku, pikiranku sangat tidak tenang. Firasat buruk. Tapi aku gak tahu apa yang kan terjadi.

Sesuai dengan janjiku ke Anita, aku mengambil kertas tugasnya di tempat ia membina Pramuka, tempatnya gak begitu jauh dari rumah.
Begitu aku sampai, Anita menghampiriku dan memberiku selembar kertas tugas miliknya. Kupandangi wajahnya sungguh berbeda dengan Anita yang biasanya. Wajah yang biasa ceria dan bersinar terlihat pucat
"Kamu sakit An?" tanyaku
"Enggak kog. Aku baik2 aja" jawabnya sambil tersenyum.
"Tapi wajahmu pucat. Kukira kamu sakit"
"Enggak Ti, Kamu tenang aja. Aku gak papa."
"Trus, kapan aku boleh maen ke rumahmu?"
"Besok ya!"
Senang sekali mendengar jawaban Anita, dia memperbolehkanku maen ke rumahnya besok sore.

14 Agustus 2004,
Pagi yang cerah tapi tak secerah hatiku. Karena hatiku masih deselimuti Firasat buruk. Aku gak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Kulangkahkan kakiku menuju ruang kelas 3 yang belum genap satu bulan kutempati. Bertemu dengan teman-teman, membahas tugas Biologi yang diberikan Pak Sholeh minggu lalu. Ya, tugas itu yang aku pinjam dari Anita. Masuk ke kelas menuju bangku nomer 2 dari depan. Sosok Anita belum aku dapatkan disana.
"Tumben ni anak belum datang, biasanya kan selalu lebih dulu dari aku." kataku dalam hati.
Tak lama kemudian Dini, anak kelas sebelah masuk ke kelasku
"Anita sudah datang?" tanyanya dengan nada gugup.
"Belum" jawabku
"Anita kecelakaan. Waktu berangkat ke sekolah"
"Oh...." Jawabku datar. karena aku pikir itu hanya kacelakaan biasa "Tapi dia baik-baik aja kan??"
"Gak tau, masih belum ada informasi tentang itu"
Selama hampir 1 jam kami semua menunggu kepastian, hingga salah satu dari kami menelpon HP Anita, dan kebetulan yang menjawab adalah Polisi.
Langsung saja kami tanyakan bagaiman kabar teman kami itu, dan Polisi menjwab " Maaf, teman kalian Anita Setyaningrum telah meninggal"
Mendengar jawaban itu, hatiku langsung berdetak kencang. kencang sekali, tangis ku tak tertahan lagi.Seisi kelas 3 Ipa 3 gaduh mendengar kabar itu. Gaduh dengan isak tangis.
Sampai ada informasi mengenai kronologis kecelakaan Anita. Dia dibonceng motor dengan kecepatan tinggi dalam posisi miring. Pengendara berusaha mendahului Truk Container dan saat itu ada pengendara motor lain yang membawa kayu. Kaki Anita tersangkut kayu dan kahirnya Anita jatuh dan......tertabrak Truk. Dan kcil kemungkinan Anita bisa tertolong.
Hari itu juga, pelajaran ditiadakan karena kami harus melayat ke rumah duka Anita. Aku baru sadar apa yang dikatakan Anita kemaren kalau hari ini sepulang sekolah, aku pasti kerumahnya. Ya, benar sekali, tapi saat aku kerumahnya, Anita sudah pulang ke rumah yang lain. Rumah yang menjadi tempatnya kekal. Selamat jalan Anita, aku akan tetap mengenangmu sebagai sahabat terbaikku.